Sediakan 10 Komputer untuk Pers
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 05 February 2008
SAMARINDA, TRIBUN- Ini kabar gembira bagi wartawan yang berkutat di bidang olahraga. Media Center Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Kaltim diresmikan, Senin (4/2) di kompleks GOR Sempaja. Di ruangan ini KONI Kaltim menyediakan 10 unit komputer.
Pelaksana Harian (Plh) Ketua KONI Kaltim Ir Zuhdi Yahya menuturkan, Media Center merupakan pusat informasi semua kegiatan olahraga di Kaltim dan sebagai gaung PON 2008. "Kesiapan Kaltim selama ini diragukan banyak pihak. Karena itu kami berharap Media Centre Puslatda ini membuktikan Kaltim telah siap melaksanakan PON ke XVII," tandasnya.
Zuhdi menjelaskan, Media Center dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung pekerjaan reporter dalam mengakses informasi selama Puslatda maupun PON ke XVII berlangsung. Interior Media Center didesain sesuai pola kerja wartawan. Yang paling penting adalah fasilitas informasi teknologi.
Dengan 10 unit komputer yang lengkap dengan database atlet serta data sarana dan prasarana olahraga, Zudi berharap bisa mengakomodasi kepentingan wartawan olahraga yang akan melakukan peliputan Puslatda dan PON XVII. "Kami berharap ruangan khusus dan fasilitas komputer memudahkan rekan-rekan wartawan melakukan aktivitasnya,"ujarnya.
Terkait target lima besar Kaltim dalam PON XVII, Zuhdi juga berharap wartawan yang meliput dapat berperan meningkatkan prestasi atlet Kaltim melalui kritik yang konstruktif berdasarkan temuan-temuan di lapangan. "KONI Kaltim siap dikritik dan berharap agar wartawan bisa langsung mengkonfirmasi jika menemukan sesuatu yang dianggap tidak sesuai atau janggal selama Puslatda. Untuk kemajuan olahraga di Kaltim, kami siap dikritik dan terbuka menerima masukan," ujarnya (asi) (Sumber:Tribunkaltim 05/01/08)
Minggu, 04 Mei 2008
Selasa, 22 April 2008
informasi
Kukar Paling Siap Gelar PON
Ditulis oleh Administrator
Saturday, 29 December 2007
Seluruh Venues Selesai 31 Maret 2008TENGGARONG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) Sugiyanto mengklaim Pemkab Kukar paling siap menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 dibandingkan daerah lain. Penegasan itu disampaikan Sugiyanto menyusul kekawatiran beberapa pihak termasuk pengurus PB PON Kaltim.
“Sejak awal Bupati Kukar (Syaukani HR, Red.) sangat mendukung pelaksanaan PON. Karena itu kami terus berupaya memberikan yang terbaik sebagai salah satu daerah yang dipercaya. Kami optimistis 31 Maret 2008 semuanya selesai,” tegas Sugiyanto di ruang kerjanya kemarin.
Sugiyanto memaparkan bahwa secara umum kompleks sarana olahraga (sport centre) di Perjiwa, Tenggarong Seberang, pembangunannya mencapai 60 persen, arena pertandingan bela diri mencapai 45 persen, velodrom balap sepeda mencapai 60 persen, asrama altlet 60 persen, pacuan kuda baru 30 persen, lapangan cabang panahan 60 persen, dan kolam renang selesai 100 persen.
Lapangan sepak bola di Stadion Madya dengan kapasitas 35 ribu penonton, kata Sugiyanto, segera ditanami rumput. Diyakini lapangan dapat dimanfaatkan setelah pemeliharaan selama dua bulan. Kalaupun terjadi keterlambatan, lanjutnya, lebih karena faktor cuaca dan kendala langkanya batu dan semen. Namun pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasinya. Bahkan untuk mengejar target penyelesaian tersebut para pekerja lembur setiap hari.
Karena itu Sugiyanto menegaskan bahwa Kukar siap sebagai penyelenggara tujuh cabang olahraga sebagaimana yang ditetapkan PB PON. “Hanya saja mungkin untuk Pra-PON sepakbola nanti masih memakai Stadion Rondong Demang,” jelasnya.
Sugiyanto menambahkan, hanya ski air yang mengalami kendala. Sarana ski air, terutama dermaga dan berbagai fasilitas lain yang rencananya dibangun di kolam eks tambang batu bara milik PT Multi Harapan Utama (MHU), ternyata belum bisa dikerjakan.
Kolam eks tambang itu sudah disurvai dan disetujui PB PON, tapi pihak MHU tak memberikannya kepada pemerintah daerah. “Informasi terakhir malah MHU minta kompensasi,” cetus Sugiyanto. Hingga petang kemarin, manajemen MHU tak bisa dikonfirmasi tentang hal ini.(yus) (Sumber : Kaltimpost 29/12/07)
Ditulis oleh Administrator
Saturday, 29 December 2007
Seluruh Venues Selesai 31 Maret 2008TENGGARONG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) Sugiyanto mengklaim Pemkab Kukar paling siap menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 dibandingkan daerah lain. Penegasan itu disampaikan Sugiyanto menyusul kekawatiran beberapa pihak termasuk pengurus PB PON Kaltim.
“Sejak awal Bupati Kukar (Syaukani HR, Red.) sangat mendukung pelaksanaan PON. Karena itu kami terus berupaya memberikan yang terbaik sebagai salah satu daerah yang dipercaya. Kami optimistis 31 Maret 2008 semuanya selesai,” tegas Sugiyanto di ruang kerjanya kemarin.
Sugiyanto memaparkan bahwa secara umum kompleks sarana olahraga (sport centre) di Perjiwa, Tenggarong Seberang, pembangunannya mencapai 60 persen, arena pertandingan bela diri mencapai 45 persen, velodrom balap sepeda mencapai 60 persen, asrama altlet 60 persen, pacuan kuda baru 30 persen, lapangan cabang panahan 60 persen, dan kolam renang selesai 100 persen.
Lapangan sepak bola di Stadion Madya dengan kapasitas 35 ribu penonton, kata Sugiyanto, segera ditanami rumput. Diyakini lapangan dapat dimanfaatkan setelah pemeliharaan selama dua bulan. Kalaupun terjadi keterlambatan, lanjutnya, lebih karena faktor cuaca dan kendala langkanya batu dan semen. Namun pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasinya. Bahkan untuk mengejar target penyelesaian tersebut para pekerja lembur setiap hari.
Karena itu Sugiyanto menegaskan bahwa Kukar siap sebagai penyelenggara tujuh cabang olahraga sebagaimana yang ditetapkan PB PON. “Hanya saja mungkin untuk Pra-PON sepakbola nanti masih memakai Stadion Rondong Demang,” jelasnya.
Sugiyanto menambahkan, hanya ski air yang mengalami kendala. Sarana ski air, terutama dermaga dan berbagai fasilitas lain yang rencananya dibangun di kolam eks tambang batu bara milik PT Multi Harapan Utama (MHU), ternyata belum bisa dikerjakan.
Kolam eks tambang itu sudah disurvai dan disetujui PB PON, tapi pihak MHU tak memberikannya kepada pemerintah daerah. “Informasi terakhir malah MHU minta kompensasi,” cetus Sugiyanto. Hingga petang kemarin, manajemen MHU tak bisa dikonfirmasi tentang hal ini.(yus) (Sumber : Kaltimpost 29/12/07)
Langganan:
Postingan (Atom)